Jumat, 17 November 2017

Potensi Ontologi Administrasi

UJIAN TENGAH SEMESTER
POTENSI ONTOLOGI ADMINISTRASI
Dosen: Drs. H. Ahmad Syamsir, M.Si.

                                            
24      1168010203 Novi Fadia



ADMINISTRASI PUBLIK/ E/II
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UIN SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2017


1.      Pengertian Potensi
Secara umum, potensi adalah sebuah kemampuan dasar yang dimiliki manusia yang sangat mungkin untuk dikembangkan, sehingga pada intinya potensi sendiri berarti suatu kemampuan yang masih bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi. Pada manusia sendiri sangat penting untuk memahami potensi diri sendiri, sehingga dapat mengembangkan kemampuan yang tepat dan mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Dengan mengembangkan potensi diri, anda akan menjadi lebih bermanfaat dan akan merasa lebih hidup apabila anda benr-benar memahami potensi diri dan mengembangkannya.
Ada banyak sekali pakar yang mencoba mendeskripsikan arti kata dari potensi, salah satu pakar yang mencoba mendeskripsikan kata potensi adalah Wiyono. Menurutnya potensi memiliki arti kemampuan dasar dari seseorang yang masih terpendam dan mampu untuk dimunculkan menjadi kekuatan yang nyata. Dari pendapat Wiyono tersebut potensi dapat diartikan sebagai kemampuan yang masih terpendam dan siap untuk diwujudkan dan dapat dimanfaatkan dalam kehidupan manusia itu sendiri. Sementara menurut Majdi, potensi adalah kemampuan yang masih bisa dikembangan lebih baik lagi, secara sederhana potensi merupakan kemampuan terpendam yang masih perlu untuk dikembangkan.
Potensi terbagi menjadi beberapa jenis, salah satu jenisnya adalah potensi berfikir. Potensi berfikir sendiri dimiliki oleh semua manusia di dunia ini, hal ini membuat manusia dimungkinkan untuk mempelajari hal-hal baru dan juga menghasilkan ide-ide dan juga pemikiran baru ataupun informasi baru. Selain itu ada juga potensi fisik yang merupakan potensi yang dimiliki manusia dalam sisi fisik yang biasanya dapat melakukan gerakan yang efektif dan efisien. Orang yang memiliki potensi fisik akan mudah mempelajari segala macam olahraga dan segala jenis permainan dalam olahraga seperti sepakbola, bulu tangkis, dan lain sebagainya.
2.      Pengertian Ontologi
Ontologi merupakan bagian mendasar dari filsafat, baik secara subtansial maupun ditinjau dari segi historisnya, karena kelahiran atau keberadaan ontologi tidak lepas dari peran filsafat. Sebaliknya pula perkembangan ontologi memperkuat keberadaan filsafat.
Ontologi filsafat membicarakan hakikat filsafat, yaitu apa pengetahuan filsafat itu sebenarnya. Dalam filsafat juga terdapat struktur, yang dimaksud struktur disini cabang-cabang filsafat serta isi (yaitu teori) dalam setiap cabang itu. Teori dalam setiap cabang tentu sangat banyak dan itu tidak dibicarakan disini. Struktur dalam arti cabang-cabang filsafat sering juga disebut sistematika filsafat. (Ahmad Tafsir, 2015: 66)
Menurut bahasa, ontologi berasal dari bahasa Yunani On/Ontos yang berarti ada dan Logos berarti ilmu. Jadi, ontologi adalah ilmu tentang yang ada. Menurut istilah, ontologi ialah ilmu yang membahas tentang hakikat yang ada. Menurut Ensiklopedi Britannica yang juga diangkat dari konsepsi Aristoteles, ontologi adalah teori atau studi tentang being/wujud seperti karakteristik dasar dari seluruh realitas. Ontologi sinonim dengan metafisika, yaitu studi filosofis untuk menentuan sifat nyata yang asli (real nature) dari sutau benda untuk menentukan arti, struktur dan prinsip benda tersebut (Filosofi ini didefinisikan oleh Aristoteles abad ke-4 SM).
Ontologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang “yang ada”. “Yang ada” disini memiliki penegertian yaitu: istilah ini menunjuk terhadap apa-apa yang benar-benar ada di dunia, baik “yang ada” sebagai kenyataan, yang tampak depan mata ataupun dapat dicerap oleh pancaindera. (Masykur Arif Rahman, 2013: 18) Jadi, ontologi adalah pemikiran tentang yang ada dan keberadaanya.
Pemikiran ontologi dalam administrasi tentunya diawali dari pembuktian, atau dengan kata lain penyelidikan yang dilakukan secara sadar dan mendalam sampai ke akar permasalahan yang sesungguhnya dan dapat diberlakukan kapan saja dan dimana saja serta relatif fundamental kedudukannya. Ontologi ilmu administrasi mencari pengertian menurut asal mula dan akar kata yang paling terdalam.
Dengan kata lain, ontologi administrasi adalah pemikiran yang berdasarkan hakikat dan makna yang dikandung ilmu administrasi itu sendiri sebagai salah satu cabang ilmu administasi.
Ilmu administrasi merupakan hasil pemikiran dan penalaran manusia yang disusun berdasarkan dengan rasionalitas dan sistematika yang mengungkapkan kejelasan tentang objek formal, yaitu pemikiran untuk menciptakan suatu keteraturan dari berbagai aksi dan reaksi yang dilakoni oleh manusia dan objek material, yaitu manusia yang melakukan aktivitas administrasi dalam bentuk kerja sama menuju terwujudnya tujuan tertentu.
Aliran dalam ontolog itu ada 3, diantaranya:
a.         Monoisme, aliran ini menganggap bahwa hakikat yang asal dari seluruh kenyataan itu hanyalah satu saja, tidak mungkin dua. Aliran ini terbagi menjadi dua paham, yaitu Materialisme dan Idealisme.
b.        Dualisme, aliran ini yang mencoba memadukan antara dua paham yang saling bertentanga, yaitu materialisme dan idealisme.
c.         Pluralisme, aliran ini berpandangan bahwa segenap macam bentuk merupakan kenyataan. Pluralisme bertolak dari keseluruhan dan mengakui bahwa segenap macam bentuk itu semuanya nyata. Pluralisme dalam Dictonary of Philosophy and Religion dikatakan sebagai aliran yang menyatakan bahwa kenyataan alam ini tersusun dari banyak unsur, lebih dari satu atau dua entitas.
3.      Pengertian Administrasi
Secara etimologi, administrasi berasal dari bahasa latin, yaitu kata ad dan ministrate. Kata ad artinya intensif, sedangkan ministrate  artinya melayani, membantu, atau mengarahkan. Jadi, pengertian administrasi adalah melayani secara intensif.
Ada juga yang berpendapat bahwa kata administrasi diambil dari kata "ad" dan "ministro". “Ad” mempunyai arti kepada dan “ministroberarti melayani. Dengan demikian, diartikan sebagai pelayanan atau pengabdian terhadap subjek tertentu. Selain itu, kata administrate berasal dari bahasa Belanda, yang artinya lebih sempit dan terbatas pada aktivitas ketatausahaan, yaitu kegiatan penyusunan dan pencatatan keterangan yang diperoleh secara sistematis, berfungsi mencatat hal-hal yang terjadi dalam organisasi sebagai bahan laporan bagi pimpinan, mencakup kegiatan tulis-menulis, mengirim dan menyimpan keterangan dan dikaitkan pula dengan aktivitas administrasi perkantoran yang hanya merupakan salah satu bidang aktivitas administrasi yang sebenarnya. (Yusak Burhanudin, 2005: 11)
Menurut Herbert A. Simon: “Administration can be defined as the activities of groups cooprating to accomplish common goals”. Jadi, baginya administrasi dapat dirumuskan sebagai kegiatan-kegiatan kelompok kerja sama untuk mencapai tujuan-tujuan bersama.
Menurut The Liang Gie, administrasi adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan pokok yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam kerja sama mencapai tujuan tertentu. (Inu Kencana Syafiie, 2014: 4)
Secara bebas, administrasi dapat diartikan pelayanan atau pengabdian terhadap subjek tertentu. Hal ini karena pada masanya, administrasi dikenakan pada pekerjaan yang berkaitan dengan pengabdian dalam tugas penyelenggaraan pemerintahan. Kemudian, berkembang ke berbagai aktivitas organisasi lain, seperti perusahaa  dan lembaga lain.
Administrasi juga diartikan sebagai pelayanan terhadap semua kebutuhan institusional dengan cara yang efektif dan efisien. Administrasi merupakan salah satu komponen dari sistem yang semua subsistemnya saling berkaitan satu sama lain. Selain itu, administrasi merupakan aktivitas-aktivitas untuk nencapai suatu tujuan, atau proses penyelenggaraan kerja untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.
Dengan kata lain, administrasi adalah keseluruhan proses penyelenggaraan dalam usaha kerja sama dua orang atau lebih atau usaha bersama untuk mendayagunakan semua sumber (personel maupun material) secara efektif, efisien, dan rasional untuk menunjang tercapainya tujuan. (Rahmat, 2013: 24)
4.      Potensi Ontologi Administrasi
Dengan spontanitas, potensi ontologi ilmu administrasi adalah pemikiran manusia terhadap isi dunia ini. Persoalannya, apakah manusia memiliki kemampuan dalam berfikir dan bertindak untuk menciptakan pengaturan dan keteraturan isi dunia? Jawaban yang dapat diberikan harus ada dalam kekurangan, kelemahan, dan keterbatasan pemikiran manusia, dan ini pulalah yang menyebabkan adanya perbedaan dalam cara berfikir manusia terhadap kekurangan, kelemahan, dan keterbatasan itu.
Argumentasi jawaban yang dilontarkan menurut hakikatnya, tidak ada halangan atau hambatan bagi para ilmuwan administrasi dimana saja dan kapan saja untuk melakukan tindakan dan pemikiran tentang penciptaan pengaturan dan keteraturan itu secara optimal. Segala jenis bipolaritas yang mensyaratkan terciptanya pengaturan dan keteraturan dalam ilmu administrasi menunjukkan adanya kemungkinan, dan bahkan keinginan akan integritas secara maksimal.
Kewajiban para ilmuan dalam berfikir, berdasarkan pemikiran ontologi secara kebenaran transidental dan kebenaran empirikal, terletak kepada struktur penalaran setiap ilmuwan administrasi. Jikalau terjadi kekurangan harmoni, kekurangan kebenaran, dan kebaikan, maka hal itu bukanlah muncul dari hakikat ontologi ilmu administrasi, tetapi merupakan suatu kejadian entah karena alasan apa dan kenyataan selalu ada, sepanjang masih ada yang ada. (Makmur, 2012: 45)
5.      Analisis
Dalam kajian potensi ontologi administrasi itu, potensi yang digunakan adalah potensi berfikir, bagaimana cara seseorang berfikir dan mengembangkan ilmu yang ada dengan menggalinya lebih dalam agar menghasilkan ilmu yang baru atau dapat memperbaiki ilmu-ilmu yang sebelumnya.
Jadi, secara garis besar objek kajian dari ilmu administrasi terdiri dari dua bagian, yaitu:
a.         Objek material, yaitu sesuatu yang bersifat nyata (ilmu administrasi) dengan objeknya manusia.
b.        Objek formal, yaitu aspek khusus kepada objek matrial yang diselidiki dan dideskripsikan oleh suatu ilmu (rangkaian kegatan manusia untuk mencapai tujuan).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daily activity